Di Balik Pembuatan Film Feature Dokumenter “Sayap Garuda Di Hargorojo”

0
314 views

Koranpurworejo.id – Tidak lama lagi film feature dokumenter “Sayap Garuda di Hargorojo” akan resmi dipublikasikan kepada khalayak umum. Tepatnya pada 18 Agustus 2017. Film Sayap Garuda di Hargorojo merupakan film bergenre dokumenter yang mengangkat kearifan lokal Desa Hargorojo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Namun, seperti apa sih di balik pembuatan film dokumenter ini. Nah tim koranpurworejo.id (KPid) mendapat kesempatan mewawancarai sutradaranya langsung, Muh Khoirudin.

 

KPid : Mas Khoirudin,  apa ide awal pembuatan film dokumenter ini?
Muh Khoirudin : Ide pembuatan film Sayap Garuda di Hargorojo tercetus ketika kami melihat sesuatu yang luar biasa tertangkap mata. Bagaimana di sebuah desa yaitu Hargorojo yang penganut agamanya berbeda-beda tetapi dapat hidup damai bahkan dapat bergotong royong dengan baik.

 

 

KPid : Mas Muh Khoirudin, pesan apa yang ingin disampaikan lewat film Sayap Garuda ini?
Muh Khoirudin: Pesan yang dapat kita ambil melalui film Sayap Garuda di Hargorojo ini adalah Bineka Tunggal Ika, walaupun kita berbeda-beda tetap satu jua. Perbedaan tidak menjadi suatu penghalang, justru dengan perbedaan itu kita dapat saling melengkapi sehingga menjadi sempurna atau sesuatu yang utuh.

 
KPid: Sebagai sutradara kenapa memilih Desa Hargoroio sebagai tempat pembuatan film ini?
Muh Khoirudin: Kenapa memilih Hargorojo, dikarenakan di situlah yang saya pandang tepat sebagai icon kebinekaan sehingga bersinergi terhadap judul film ini.

 
KPid : Apa bedanya Hargorojo dengan desa-desa lain di Purworejo?
Muh Khoirudin : Menurut saya perbedaannya tidak begitu menonjol. Dan orientasi daerah pegunungan hampir rata-rata mempunyai ruang lingkup yang sama.

 
KPid : Secara teknis, film ini diproduksi berapa lama? Dan apa saja hambatanya? Serta timnya siapa saja? 
Muh Khoirudin : Film ini diproduksi kurang lebih 5 bulan. Sebenarnya kami membutuhkan waktu yang lebih lama lagi sehingga dapat benar-benar menembus jati diri Hargorojo. Namun karena suatu hal sehingga film ini harus kami selesaiakan dengan cepat. Tim yang ikut andil dalam pembuatan film ini diantaranya, eksekutif produser: Budi Cesar, Produser: Choiriel Pratama, Ide kreatif: Ilhan Erda, cerita: Chodri dan Anggi, cameraman: Pinot dan Wahid Hasim, editor: Chodri Al-Rosyd, manager lapangan: Feri Kumala, promo: Yan Budi

 
KPid : Dukungan Pemdes dan warga terhadap pembuatan film ini seperti apa?
Muh Khoirudin: Pemdes Hargorojo mendukung penuh pembuatan film ini. Terbukti ketika proses pembuatan film kami mendapat jalan yang mudah, sehingga kami tidak mengalami kendala yang berarti. Selain Pemdes, warga juga antusias andil dalam mensukseskan film ini. Tidak sedikit warga yang berkenan mengantarkan kami ke tempat yang diinginkan ataupun memberikan informasi yang kami butuhkan.

 
KPid : Nah ini kan sebentar lagi launching, denger-denger Pemdes dan warga juga member tempat dan acara. Itu seperti apa?
Muh Khoirudin: Yak betul, karena ini sebagai bentuk terima kasih kami kepada Hargorojo, mengapa kita melakukan penutaran perdana di desa itu.  Dari Hargorojo kami banyak belajar filosofi hidup.

 
KPid: Reviens Media sudah kali ke berapa membuat film dokumenter di Purworejo?
Muh Khoirudin : Sayap Garuda di Hargorojo adalah film dokumenter kami yang ke dua di Purworejo. Sebelumnya kami membuat film dokumenter yang berjudul Lentera Jawa (The Passion Of Dolalak) yang disutradari oleh Choiril Chodri dan Arofi Teja Pradana dan ketika itu mendapat penghargaan dari UIN Jakarta, serta sudah diputar di berbagai tempat.

BAGIKAN
Berita sebelumyaKESALAHAN FILM SAYAP GARUDA DI HARGOROJO
Berita berikutnyaJalan Caper, Pesona Foto Baru di Purworejo
Koranpurworejo.id (KPid) - Memiliki slogan "Knowledge and Information" merupakan media online Purworejo yang tidak hanya memberikan informasi seputar Kabupaten Purworejo, juga memberikan pengetahuan. Kirimkan karya tulismu ke redaksi@koranpurworejo.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here